Selamat datang di Kawasan Penyair Kalimantan Selatan. Terima kasih anda telah mengapresiasi" Album Puisi Narasi Musafir Gila "

Sabtu, 24 November 2007

edisi 5

Rumah Ilalang


Setiap kukatupkan mata di rahimmu

Fosfor di puripurimu

Senantiasa membangkitkan igauan

Dalam kerlip dan dalam gumpalan warna

Sayatan rindu percintaan kebencian

Dari pusar bumi

Dan dalam desis angin

Memanjang gairah luka

Di langitlangitmu tak bertepi

Tak hentihenti kusebut namamu


Kemana katupan mata terbuka

Menyaksikan jemarimu gemetar

Membuka fajar senja



Banjarbaru, 2000




Saat Senja Pun Jatuh


Jangan kau rangkai bungabunga

Yang kau petik dari taman mimpi

Tapi rangkailah tubuhku

Yang kau ambil dari tulang rusukmu


Tak ada lagi

Rahasia yang menyimpan kesangsian

Maka tatkala gemawan turun lihatlah

Kita tak pernah lagi memiliki malam

Yang luput dari tangan


Lihatlah kerinduan yang kau hamili

Setiap kita menutup jendela

Setiap kita mengatupkan mata

Memandang jauh

Kesetiaan mentari ke kutub sana



Banjarbaru, 2000


Ekstase Seorang Pejalan Jauh


Pintalan benang sepanjang kutub

Kau tabur di kakikaki langit

Begitu spektrum di jarijari

Meneteskan narasi beribu kata

tamasya matahari menisik kulit bumi

berwarna jelaga oleh keringat belantara

oleh jilatan lidah beribu burung malam

Masuklah katamu sesampainya di pintu

Ke dalam bilik kaca dimana kita pernah

ziarah setiap pandang mata

Masuklah ke dalam ranjang purba dimana kita

pernah bercinta dan lenyap begitu terjaga

lalu dibakar sunyi

lalu abadi keluhan rindu dendam di sini

Masuklah ke dalam pejaman mata :

Begitu takjub mendengar kokok ayam jantan

mematuki sisasisa malam di kelopak rerumputan

Bulubulu mosaikkukah itu

Kau tersenyum membuka pintu



Banjarbaru, 2000


1 komentar:

akira ined mengatakan...

anda sangat brilian
tidak seerti aku yang bukan apa-apa
bak smpah yang terbuang dan terabaikan begitu saja
lekas hilang tak berbekas
semua tinggalkanku dalam senyap