Selamat datang di Kawasan Penyair Kalimantan Selatan. Terima kasih anda telah mengapresiasi" Album Puisi Narasi Musafir Gila "

Minggu, 25 November 2007



Album Puisi Narasi Penyair Gila





Arsyad Indradi


Narasi Musafir Gila


Penerbit :

Kelompok Studi Sastra Banjarbaru

Kalimantan Selatan


Sabtu, 24 November 2007

edisi 1

Narasi Ayat Batu


Kubelah ayatayat batumu di kulminasi bukit

Yang terhampar di sajadahku

Kujatuhkan di tebingtebing lautmu

Cuma gemuruh ombak dalam takbirku


Angin mana di gurungurunmu beribu kafilah

Dan beribu unta yang tersesat di tepitepi

hutanmu

Dan bersafsaf di oasis bumimu yang letih


Kuseru namamu tak hentihenti

Di ruasruas jari tanganku

Yang gemetar dan berdarah

Tumpahlah semesta langit

Di mata anak Adam yang sujud di kakimu



Banjarbaru, 2000


Narasi Pohon Senja


Kukalungkan lampulampu di ranjangmu

Lalu kujadikan pengantin

Lalu kunikahi daunmu kepompong birahi

dendam

Lahirlah kupukupuku

Betapa nikmat dalam dahaga

Menjelajah tubuhmu

Mencari rangkaian bunga

Jauh dalam lubuk jantungmu



Banjarbaru, 2000

Narasi Gairah Embun


Menjilati garisgaris permukaan tangan

Menggendong keranjang yang kita anyam

Setetesdemisetetes embun kita kumpulkan

Bertebaran dalam mazmurmazmur malam


Kita bersidekap dalam gumpalan warna angin

Membakar lipatandemilipatan tubuh fana

Mata mencari sesuatu yang pernah kita punya


Sebelum keburu surya bangkit dari mimpinya

Kunyah segala dedaunan dan akarakaran

Jadi serbuk hatinurani

Kucurkan ke piala kita tanpa sisa

Agar bebas dari perangkap dusta


Mulutmu wangi sarigading

Menyentuh gordengorden jendela

Tapi jangan kau buka

Sebentar lagi pagi beranjak tiba



Banjarbaru, 2000



edisi 2

Narasi Tanah Kelahiran


Dalam lindap lembayung senja

Kemana risalah burungburung putih

Tibatiba kau jatuhkan sebiji rambai

Seketika masasilamku terpanggang

di rerumpun bakau


Kau beri aku sampan

Riakdemiriak menyusuri uraturat nadi

Wajahmu sudah lain tapi begitu angkuh

Tumbuh rumahrumah batu


Orangorang tak pernah kukenal lagi

Dengan salam yang pernah kau ajarkan

Lihat ketika kau jatuhkan lagi sebiji

Tanganku kenapa begitu bodoh

memegang dayungmu



Banjarbaru, 2000


Narasi Burung


Kulepas burungburung

Ke awanawan serbuk masasilam

Sebab pepohonan yang kutanam

Menanggalkan dedaunan

Helaidemihelai namamu

Rebah ke bumi


Sepanjang khatulistiwa

Matahari berdarah

Menetes di bulubulunya

Yang putih

Maka jangan kau cari lagi

Siapa yang luka di antara kita


Jangan kau tanya lagi

Benih dalam rahimmu

Yang terbelah

Oleh bibirbibir kita sendiri

Dari peradaban yang hilang


Terbanglah membidik masadepan

Di hatinurani yang terbakar

Gumpalan rindudendam

Dan lepas dari ikatan



Banjarbaru, 2000


Kubaringkan Tubuhmu


Kubaringkan tubuhmu di sini

Sampai batas pertemuan kita

Tak usah kau hitung lagi

Harihari perjanjian dendam

Dari negeri jauh

Sebab berulangkali

Kubiarkan wajahmu cuma

Bayangbayang tak kumengerti

Melintasi setiap kutub

Dimana kita ingin membaca

Isyarat lengsernya senja

Maka jika kau cari

Gumam doadoaku

Jangan kau tanya lagi

Persinggahan ini


Banjarbaru,2000


edisi 3

Berangkat Pulang


Di atas batu langit kian kuning

Sungai di mana matamu mengaca

Ikanikan berenang di hatimu

Apakah mengukir jauh perjalanan

Ke kutub mana kita pulang


Entah berapa matahari

Telah lengser di sini

Dan entah berapa kali

Kau lahir kembali

Sepanjang tebing

Tak ubahnya bambubambu


Tak ubahnya fatamorgana

Kasidah burungburung senja

Melintasi persawangan

Memahami doadoaku yang panjang


Memahami keduakakiku

Di dusta dunia



Banjarbaru,2000



Zikir Senja


Tak terbaca lagi ayatayat

Yang Kau hamparkan sepanjang perjalanan

Menuju rumahMu

Tak mungkin kembali

Menangkap AlipLamMim dari pintu bumi

Kandang dombadomba yang lapar

Semakin jauh berjalan

Kucurigai langit

Menyembunyikan bintangbintangMu

BulanMu bahkan matahariMu

Kucurigai laut

Menyentuh kakiku

Buihbuih merajah pausMu yang kian punah

Jasadku untaunta

Rohku kafilahkafilah

Di gurungurun bukit Thursina

Kucurigai rumahMu lengang

Kucurigai mengapa Kau tunggu aku

Di Jabal Rahmah

Aku

Anak Adam

Yang tersesat di sajadahMu



Banjarbaru, 2000


Kau Tulis Surat


Kau tulis surat

Tapi masih juga kau tanya

Alamatku : Persinggahan

Burungburung laut

Memberi isyarat pantai mana

Gemuruh ombak di bathinku


Lama kubaca tubuhmu di pasir

Setiap ciuman ombak

Kupasang layar ke laut lepas

Kita samasama meniti buih

Sampai terperangkap

Di jaring matahari


Diamdiam masih juga

Kau tulis surat

Di karangkarang laut



Banjarbaru,2000



edisi 5

Rumah Ilalang


Setiap kukatupkan mata di rahimmu

Fosfor di puripurimu

Senantiasa membangkitkan igauan

Dalam kerlip dan dalam gumpalan warna

Sayatan rindu percintaan kebencian

Dari pusar bumi

Dan dalam desis angin

Memanjang gairah luka

Di langitlangitmu tak bertepi

Tak hentihenti kusebut namamu


Kemana katupan mata terbuka

Menyaksikan jemarimu gemetar

Membuka fajar senja



Banjarbaru, 2000




Saat Senja Pun Jatuh


Jangan kau rangkai bungabunga

Yang kau petik dari taman mimpi

Tapi rangkailah tubuhku

Yang kau ambil dari tulang rusukmu


Tak ada lagi

Rahasia yang menyimpan kesangsian

Maka tatkala gemawan turun lihatlah

Kita tak pernah lagi memiliki malam

Yang luput dari tangan


Lihatlah kerinduan yang kau hamili

Setiap kita menutup jendela

Setiap kita mengatupkan mata

Memandang jauh

Kesetiaan mentari ke kutub sana



Banjarbaru, 2000


Ekstase Seorang Pejalan Jauh


Pintalan benang sepanjang kutub

Kau tabur di kakikaki langit

Begitu spektrum di jarijari

Meneteskan narasi beribu kata

tamasya matahari menisik kulit bumi

berwarna jelaga oleh keringat belantara

oleh jilatan lidah beribu burung malam

Masuklah katamu sesampainya di pintu

Ke dalam bilik kaca dimana kita pernah

ziarah setiap pandang mata

Masuklah ke dalam ranjang purba dimana kita

pernah bercinta dan lenyap begitu terjaga

lalu dibakar sunyi

lalu abadi keluhan rindu dendam di sini

Masuklah ke dalam pejaman mata :

Begitu takjub mendengar kokok ayam jantan

mematuki sisasisa malam di kelopak rerumputan

Bulubulu mosaikkukah itu

Kau tersenyum membuka pintu



Banjarbaru, 2000


edisi 6

Syair


Syair siapa yang mengumandangkan sabda alam

Syair siapa yang mengisahkan perjalanan cinta

anakanak Adam

Syair siapa yang melukiskan petanipetani anggur

di tanahtanah padang terbuka

Syair siapa yang meratapi segala bencana

Syair siapa yang mengutuk orangorang yang celaka

Bahkan ya Rabbi

Syair siapa yang membuka segala rahasiaNya

dalam diri kita


Maka perkenankan ya Rabbi

Jangan Kau pisahkan kami

Sebelum sempat memunguti

Liriklirik yang tercecer

Halamandemihalaman yang kami baca



Banjarbaru,2000




Fragmentasi Kembang Ilalang


Duabelasribu kembang ilalang tumbuh

di kepalamu

Suatu nanti bulubulunya meriap seperti

alapalap di sayap angin perubahan musim

Terus

begitu ringannya berbaring di tempat

tidurmu masadepan

Terus

kau pun akan merasakan pejaman mata

tak kau bayangkan nikmatnya nikahan rindu

sebelumnya

Terus

Kau pun akan merasakan diamdiam adanya

kehadiran mimpi yang bangkit dari kuburnya

berabadabad sewaktu samasama penghianat

cinta

Terus

pelanpelan kau ditarik ke beranda rumah

mewedang serbuk matahari sepiala

harapcemas tiap pause menyapa dengan rasa

iba atau belaskasih tetapi

Terus

matamu meneteskan bocahbocah sedang dolanan

acuhtakacuh di hatimu

Terus

tibatiba kau sangat pengen menuruni tangga


dituntun seseorang yang tak pernah kau kenal

lagi dari masasilam

Terus

tak diduga jatuh di sebuah sungai amat deras

Terus

kau saksikan tubuhmu hanyut dan tak berdaya

menyelamatkannya

Terus

terdampar di negeri bangunan batu karaha

beraroma perawan duabelasribu bidadari

bercadarhitam bermatajambon

Ah

Terus

bersayap tipis wirasa menyapu awan

daminatila

Ah

Terus

sudahlah jangan kau panggil lagi namamu

jangan kau harap lagi jawaban tak pasti

mungkin aku telah mati

Astagfirullah


Banjarbaru, 2000